Graffiti Sunday Brunch

Senang sekali, dua minggu lalu dapat undangan Sunday Brunch dari Hotel Mercure Simatupang. Saya dan beberapa rekan sudah tiba di lokasi sekitar jam 10.00 WIB. Kalau diliat dari undangannya sebelum makan ada beberapa acara seperti demo masak dan foto-foto. :D

invitation

——

Yuks, ikuti perjalanan Rere…

Saya telat datang beberapa menit, tak lain tak bukan karena mesti ber-drama-drama ria dulu sebelum berangkat. “Nak, buma pergi sebentar, ya” ; “Ga boleh!” ; “Ga lama kok, nanti pulangnya buma beli-beliin.” ; “Es krim!” ; “Oke.” :D

Selepas perjanjian ‘buma pergi bayi dibelikan makanan’ itu, masih ada episode selanjutnya, yaitu kiss-kiss. Cium pipi kanan-kiri, kening, dagu, dan hidung. Lalu peluk sekali, dua kali, tiga kali. Kemudian, dadah-dadah, baru akhirnya si bayi rela melepas dengan kalimat “Hati-hati, ya…” Hahaha..

Minggu siang, cerah, jalanan lengang, motor Si Abang melaju kencang membelah jalanan. *sinetron*

Tiba di Mercure, berlanjut ke episode kedua. “Adek nanti berkabar, ya” ; “Iya, makasih ya udah dianterin” ; “Iya, jangan lupa telepon kalo udah selesai, ya” ; “Iya, nanti ditelepon, makasi ya”. Kemudian baru setelah dadah-dadah dan cium pipi, Si Abang melepas saya masuk ke hotel, sendirian.

Hooh, kami memang keluarga yang penuh drama. :D

Selamat datang di Mercure

Selamat datang di Mercure

Gambar di atas adalah graffiti selamat datang. Letaknya ada di dinding hotel sebelah kanan, tak jauh dari pintu masuk. Keren, ya.

Perlu diketahui ramai-ramai, khususnya kalau kamu penggemar grafitti, banyak gambar-gambar keren yang berserakan di hotel ini. Ada di sekitaran hotel, ada juga di dalam kamarnya.

Room

——

Oke, lanjut!

Acara keren dari @Mercure_Smtpg ini diadain di lantai 19.  Naik ke lantai 19 naik apa, Re? Ya naik elevator, dong! Nah, soal elevator layar sentuh yang keren itu, sudah saya pernah tulis di sini.

Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure.

Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure.

——-

Lantai 19

Santai di SLAM

Santai di SLAM

Lantai 19 adalah lokasinya SLAM, Sky Lounge at Mercure. Pada lantai ini ada beberapa pilihan tempat duduk. Boleh di bawah langit, boleh di bawah atap, atau boleh juga di private non smoking lounge. Lounge ini disediakan untuk temans yang mau party, meeting, atau sekedar minum tanpa asap rokok.

Welcome drink : Green Lime yang luar biasa segar.

Welcome drink : Green Lime yang luar biasa segar.

IMG01273-20130519-1052

Karena kami diundangnya siang hari, SLAM Bar & Lounge tentu saja belum dibuka. Kalau mau minum-minum macam cocktail atau mocktail di SLAM ini bisa datang mulai jam 5 sore, ya..

——

Acaranya Mulai!

Sebelum acara yang paling saya tunggu-tunggu, yaitu makan bersama, kami diminta untuk ke luar dari lounge. Bukan, bukan diusir, tapi diajak menyaksikan demo masak dari Chef Mustari.

Ada dua menu yang mau dimasak, yaitu Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce dan Fetuccini Carbonara.

  • Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce

Bahan saos      : Mayonaise, Saos Tomat, bubuk wasabi (sedikit aja, kalo banyak jadi pahit), air jeruk, dan cuka untuk sensasi tambahan.
Bahan utama  : Siapkan alpukat, potong sesuai selera, campur udang segar yg udah di blanch sebentar. Cara blanch dengan, panaskan air sampai mendidih, celupkan udang beberapa detik, lalu angkat.

Sajian : Campur alpukat, udang, saos, aduk rata.

IMG01278-20130519-1130

  • Fetuccini Carbonara

Cara memasak : Panaskan sedikit olive oil, setelah minyak panas, masukkan bawang dan beef bacon/smoked beef, aduk sebentar. Setelah harum, tambahkan jamur yang sudah dipotong sesuai selera, keju, garam, dan sedikit bubuk lada hitam.

Setelah bahan tercampur rata di penggorengan, tuang pasta dan kuning telur.

Tips dari Chef Mustari

  • Masukkan kuning telur belakangan, supaya tidak menggumpal.
  • Jangan masak terlalu lama, karena kalau terlalu lama saus-nya akan pecah.
  • Parmesan cheese bisa dipilih untuk rasa lebih baik!

IMG01280-20130519-1137

——

Cocktail & Mocktail Demo

  • Strawbunny (mocktail)

Bahannya

IMG01282-20130519-1146
Bahan untuk membuat Strawbunny adalah : Strawberry + Berry + 2 sendok plain yoghurt. + 40ml Strawberry sirup, + susu segar 60ml. Semua bahan diblender jadi satu.

Jadinya begini

IMG01287-20130519-1151

Rasanya? Duh, enak pake banget. Saya habis dua, mmm, tiga gelas. :D

—–

  • Sangria (cocktail)

Bahannya : Redwine, Brandy, Cointreau, Sirup Apel

IMG01288-20130519-1152
dan buah-buahan (stroberi, pear, jeruk) dipotong dadu.

IMG01289-20130519-1157

Cara membuat :

Campurkan redwine 100ml, brandy 15ml, cointreau 15ml, apel syrup 15ml, dan fresh orangejuice 40ml. Lalu tambahkan es batu, shake sampai semua tercampur, kemudian saring. Hasil saringannya tadi dicampurkan dengan potongan buah yang sudah disiapkan sebelumnya.
IMG01291-20130519-1203

——

Acara Utama, Sunday Brunch!

Akhirnya kakak panitia ajak peserta untuk turun ke restoran. Waktunya makan siang! Kami dibolehkan makan apa saja dari meja buffee. Apa saja, sepuasnya, tanpa batasan.

Sunday Brunch di Restoran Graffiti ini lumayan lengkap. Ada nasi, roti, sushi, banyak kue-kue, ada es campur, es krim, sorbet. Yang paling hits sih ada barbeque juga. Menu barbequenya aneka rupa, ada daging sapi, sosis, ayam, ikan, cumi, udang. Trus ada tomat dan kentang bakar juga buat pelengkapnya.

IMG01298-20130519-1330

Set buffet

foto pinjem kakak @aralle

foto pinjem kakak @aralle

BBQ Stall yang rame selalu, di sini pelanggan boleh ambil daging/seafood yang ingin dimasak. Letakkan di piring lalu serahkan ke mbak/mas chef-nya. Nanti piringnya akan diletakkan ke dalam antrian. Asik kan, habis pilih-pilih, tinggalin aja sebentar, nyemil-nyemil makanan lainnya, terus nanti tinggal balik lagi, cek pesanan kita sudah selesai atau belum. :D

Oh iya, jangan lupa untuk bilang ke petugas, mau dimasak bagaimana dagingnya. Mau rare, medium, atau well done.

Untuk BBQ di Graffiti Brunch ini, saya beri nilai sembilan. Saya suka sekali makan cumi dan dagingnya. Daging dan cuminya ga alot, terasa ‘pas’ waktu digigit dan dikunyah. Tuh kan, jadi pingin makan di sana lagi. :D

Kalo kue-kuenya? Yak, seperti penampakan di atas. Kuenya ditata cantik, menggugah selera. Es krimnya ada beberapa pilihan dan disediakan beberapa macam topping, seperti almond, saos coklat, meises, dan crepes.

Dimsum

Dimsum

Saya melakukan kesalahan yang cukup besar, yaitu terlalu banyak icip-icip mocktail dan icip-icip Fetuccini bikinan om chef. Akibatnya, ketika sesi makan sesungguhnya tiba, perut saya sudah penuh setengah. *nangis*

Untungnya saya sempat icip dimsum dan beberapa potong daging barbeque.

Makanan penutup

Makanan penutup

Untuk penutupnya, salah pilih es krim oreo, sorbet strawberry dan pie cantik. :D

——

Yang namanya kumpul-kumpul, mesti poto-poto.

foto bersama

Ini dia, muka-muka undangan brunch yang kekenyangan. :D

——

Eh, omong-omong, Graffiti resto lagi kasi diskon untuk Sunday Brunch-nya, lho. Diskonnya sebesar 50 persen, berlaku untuk orang ke-2. Trus, kalau punya anak yang umurnya di bawah 8 tahun jangan lupa diajakin karena mereka boleh makan sepuasnya, gratis!

Super wow ga, tuh? :D

sunday brunch

sunday brunch

Selain Sunday Brunch, ada juga Saturday Buffet BBQ, pas tuh buat yang pacaran (baik sebelum menikah maupun setelah menikah). :D

buffet

——

Terimakasih ya Mercure Jakarta Simatupang Hotel untuk undangannya. Jangan ragu untuk undang-undang lagi, karena saya pasti hadir dengan strategi makan yang lebih baik. :D

/salam

Restoran Graffiti & SLAM 
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Liburan VIP di Bali

Sejak bayi saya lahir dua tahun lalu, ini kali ketiga saya berlibur, sendirian. Apa ya rasanya berlibur sendirian, ninggalin anak, suami?

Saya mesti jujur, kalau saya senang, bahagia. Mengasuh anak itu menyenangkan, sekaligus melelahkan. Istirahat sejenak itu bikin segar. :D

—–

Eh, emang abis liburan ke mana, Re?

Abis liburan ke Bali, bareng XL. Dua bulan lalu ikutan kontes banyak-banyakan belanja di XLStore.

MyXLStore

Kemaren itu saya belanja RBT beberapa kali, belanja paket internet, terus ada beberapa aplikasi lain. Totalnya ga ingat, ga dihitung.  Syukurnya menang dan dapet hadiah utama, jalan-jalan ke Bali.

Terus?

Berangkat ke Bali naik pesawat jam 08.00 pagi, sampai di Bali sekitar jam 10 lewat, duduk sebentar tunggu peserta dari kota lainnya. Oh iya, ini yang berangkat memang cuma 4 orang saja, berbeda kota semuanya. Saya dari Jakarta, sisanya ada dari Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin.

Karena tak kenal satu orangpun pemenang sebelumnya, saya agak kuatir acaranya akan jadi semacam garing. Wajar kan, ya? Saya lumayan mudah bergaul sih, tapi ya kuatir sedikit boleh dong, ya.

Ternyata oh ternyata, 3 pemenang lainnya saling kenal, lho. Terus mereka masih muda-muda semua. Hehe. Asiknya jalan sama anak-anak muda adalah, saya dipikir masih muda juga. “Mba umurnya paling 23, ya?” trus saya ngakak dong, kesenengan. :D

sampai bandara

Asiknya jalan berempat adalah, panitia dari XL nya jadi baik sekali ke peserta. Tanya apa aja, dijawab. Mau kemana aja, dianterin. Super.

Hari menjelang siang, saatnya makan dong, ya. Makan siangnya di Finn’s Beach Club. Finn’s itu pantai private yang kerennya luar biasa. Lokasinya di Uluwatu.

finns

Finns ini ada di dalam komplek yang luas. Di dalam kompleknya itu ada pantai, villa, ada tempat buat kawinan juga. Untuk menuju Finns, kita mesti turun pakai elevator. Elevatornya di tebing gitu, kita bisa lihat pemandangan sekitar.

Tekeluk gambar di bawah

elevator

Itu, tepat di belakang saya, ada garis putih memanjang adalah rel elevatornya. Seru!

——

Habis dari Finns, tujuan selanjutnya adalah ke El Kabron. Tapiii, karena belum terlalu sore, kami main-main dulu ke pantai Padang-Padang.

Menuju pantai padang-padang ini lumayan butuh perjuangan. Ada banyak anak tangga yang mesti dijalani. Pas udah sampe, baru keliatan kalo pantainya rame sangaaattt, itu pasir isinya orang rebahan semua.

Ada bayi lucu yang sibuk main pasir. :D
cute baby

Puas liat abang-abang yang – bisepnya keren, punya perut sixpacks, muka tampan – sibuk berjemur, (Mohon maaf, fotonya tidak ditampilkan, hanya untuk konsumsi pribadi :p), kami lanjut ke El Kabron, Spanish Resto yang ada di wilayah Pecatu.

Di El Kabron ini ada 3 pilihan tempat duduk. Table, Pool Side Sofa, dan Golden View Sofa. Kami dipilihkan tempat duduk paling yahud di El Kabron. Golden View Sofa, paling depan, paling ujung, paling dekat laut. Tempat duduknya dari bantal besar, di bawahnya langsung pasir. Ada meja kecil untuk taruh minuman. Cantik. :D

Gambar dari web El Kabron

Gambar dari web El Kabron

Niatnya sih bakalan santai sampai habis matahari terbenam aja. Nyatanya, mataharinya udah terbenam dari kapan tau, kami masih aja rebah-rebahan lucu. Liat bintang, makan, liat bintang, minum. Sangking enaknya, saya sempet tidur lima menitan juga kayanya. :D

—–

Pulang

Udah cape, udah kenyang, saatnya pulang. Pulang kemana, Re? Pulang ke Sheraton Kuta, kak.. *melet*

Kamar hotelnya bagus, pas kepala udah nyentuh bantal, terus kepikiran kalo besok ga pingin kemana-mana, mau tidur aja di hotel seharian. Sambil nonton tipi, makan kacang, telpon pacar. *hihihi*.

——

Udah, gitu aja, Re?

Gak, dong. Hari ke-2 di Bali jadwalnya adalah main air! Kakak panitia udah pilihkan sea walker untuk kami. Sea Walker itu masukke air sekitar 6 meter dalamnya, tapi gak pake alat selam. Jadi yang dipakai itu semacam helm. Helmnya berat, menutup kepala hingga bahu, tapi bagian bawahnya terbuka.

Hebatnya, air ga masuk ke dalam helm karena ada tekanan oksigen yang dialirkan ke helm dari mesin di atas kapal. Jadi, bisa bernafas seperti biasa, kalo pake make up juga make up + rambutnya ga acakadut. Tetap nge-hits, gitu loh. Sea Walker itu sekitar 30 menit. Setengah jam yang ga kerasa. *mau lebih lama* :D

Beres Sea Walker, saya masih lapar main. Jadi nambah main parasailing lagi, deh.

watersport

——

Beres main air, lanjut ke Forest Monkey, Goa Gajah, dan Jimbaran.

3

——

Toko Oleh-Oleh Krisna  

Sebelum berangkat ke Krisna malam itu, saya sudah bolak-balik mengingatkan diri sendiri. Jajan secukupnya aja, beli kacang aja ga usah beli yang lain, di rumah banyak baju ga usah beli baju baru, dll.

Tapi, saya gagal dengan sukses.

Setengah dari belanjaan saya beli atas nama “anak”, seperempat bagiannya saya beli atas nama “suami”, seperempat sisanya saya beli atas nama “ahh, nanti juga perlu.” :D

——

Esoknya, sebelum pulang, kami makan-makan dulu di Warung Made.

nasi campur

The famous Nasi Campur Spesial ala Made

Note : Perjalanan ini pastinya akan lebih menyenangkan kalau ada kamu, tampan. *merayu* *biar besok dikasi ijin kalo mau jalan-jalan lagi*

——

/Salam Bali, salam Hepi!

Kalau Anak Susah Makan

gambar dari sini

gambar dari sini

Bayi saya susah sekali makan belakangan ini. Sebagai ibu, tentu saja saya kuatir. Dulu, saat dia masih bayi sekali, malas makannya biasa ditandai dengan melepeh, saat ini dia sudah jauh lebih pintar.

Kalau malas makan, dia akan berlari kencang menjauhi mangkuk nasi yang saya bawa sambil berujar “enggaaaakkkkk”. Kalau saya marah atau mengancam, dia akan menerima satu suapan, lalu menyimpannya di dalam mulut selama mungkin. Lalu, saat saya datang untuk menyuapi kembali dia akan membuka mulutnya lebar-lebar sambil berujar, “masih ada!”

Saya berusaha sangat sabar dengan kelakuan malas makannya, tapi kadang saya tak tahan dan akhirnya mengancam. “Kalau ga makan, nanti kita ga jalan-jalan sore”, atau “Kalau ga makan, nanti buma pergi aja, ga ajak Embun”.

Biasanya setelah diancam, dia akan pasang mimik wajah ingin menangis, mendatangi saya, dan pasrah mulutnya disuapi. Setelah mengancam, dia makan, tapi kemudian saya tak bahagia, tak happy. Saya benci mengancam anak. Saya merasa bersalah.

Kemarin, seorang teman bilang, makan itu bukan cuma soal memasukkan nutrisi dan menambah berat badan bayi.

Makan itu petualangan! Kegiatan makan haruslah menyenangkan. Kalau makan terpaksa, makanan yang tadinya enak bisa jadi bikin eneg.  Orangtua, kata dia, kadang lupa, saat makan ada proses latihan, mulai dari mengenyot, mengunyah, hingga menelan. Proses makan mestinya menyenangkan. Supaya menyenangkan, si ibu bisa bikin menu yang variatif.

Dia cerita, dulu saat anaknya masih kecil dan malas makan, mengganti suasana bisa jadi obat. Taplak meja dibentangkan di teras,  anak diminta duduk manis, dan dia (si ibu), datang berpura-pura sebagai pelayan restoran menawarkan berbagai macam pilihan makanan. “Mau pesan makan apa, bu. Hari ini ada brokoli rebus kuah keju, apa ibu mau pesan?”

Lain kali, dia berpura-pura si anak adalah tuan puteri kerajaan, si anak dipakaikan baju cantik dan si ibu jadi dayang-dayang. “Wah, sudah cantik, supaya kulitnya ikut cantik dan badannya sehat, kita harus makan-makanan bergizi, nih”.

Selain makan sambil berakting, dia juga senang mengajak anaknya masak bersama sambil bercerita. “Ini kangkung, warnanya hijau, kalau kangkung seratnya banyak, bagus dimakan supaya sehat”, atau “Ini wortel, warnanya kuning, nanti kita makan wortel yuk, enaakkk, banyak vitaminnya juga”.

Makan bersama teman atau sepupu bisa juga bikin si anak berselera. Boleh dicoba kalau kehabisan ide. Trus kalau ada dana, boleh juga mengajak anak makan di restoran sesekali. Ya tapi ga bisa keseringan juga sih. Bisa bolong kantongnya, kan?

Menurut saya, dia ibu yang sabar. :D

Oh iya, dia juga bilang, kalau anak ga mau makan, ga usah dipaksa-paksa, biarkan saja dulu. Nanti kalau lapar anaknya pasti datang sendiri minta makan.  :p

——

Kalau malas makan, saya suka membiarkan si bayi makan sendiri. Dia lebih tau kapan mulutnya kosong juga seberapa besar suapan yang dia inginkan. Membiarkan dia makan sendiri melatih motorik bayi, melatih kepercayaan diri dan kemandirian.

makan sendiri

Tapi, kadang, kalau dibiarkan makan sendiri, ini yang dia lakukan. :|

malasmakan

Selamat makan Om dan Tante, jadi apa menu kita hari ini?

/Salam makan

Pengumuman Giveaway : Toezone

Dear teman yang sudah ikutan, terimakasih ya.

Ada 5 voucher yang akan dibagikan dari giveaway saya di postingan saya di sini.

Untuk pemenangnya, selamat berbelanja, semoga sepatunya nanti bisa menyenangkan, tak cuma untuk yang membelikan, tapi juga untuk yang dibelikan.

Berikut nama-nama pemenangnya. Saya pakai RANDOM.ORG untuk memilih pemenangnya.

SELAMAT untuk yang namanya ada di baris 1 sampai 5.

RANDOM.ORG - List Randomizer

Kepada pemenang, nanti akan saya kirim email untuk detailnya, ya.

/salam sepatu.

Kejutan Bertepuk Sebelah Tangan

Selamat ulang tahun, sayang.

Selamat ulang tahun, sayang.

Siapa yang sedang merasakan cintanya bertepuk sebelah tangan? Saya, terakhir kali merasakan cinta bertepuk sebelah tangan itu pada 2003 lampau. Rasanya amboii, seakan saya adalah makhluk paling malang di dunia. Saya galau, suasana di kamar remang-remang galau , bahkan saluran radio yang dipilih pun saluran yang penuh lagu-lagu cinta galau.

Tapi saya sudah melupakan itu. Karena toh berkat perjuangan dan galau yang tiada akhir itu, laki-laki pencipta kegalauan itu akhirnya sadar, ada perempuan yang benar-benar jatuh cinta setengah hidup pada dia.

Dia menyerah, mencintai saya, dan kami menikah.

——

Sepuluh tahun kemudian.

Hari ini dia ulang tahun. Tahun-tahun sebelumnya saya selalu membelikan kue sehari sebelum tanggal ulang tahunnya tiba. Alasannya, supaya tepat pukul 00.00 pada 27 Maret, kami bisa merayakan momen spesialnya itu bersama.

Tahun ini saya tidak membelikan kue, tadi malam saya mengucapkan selamat sekedarnya, cium pipi, peluk sedikit, selesai.

——

Hari ini, masih di tanggal yang sama dia berulang tahun, saya membelikan dia kue. Tart coklat untuk dia, lelaki yang paling saya suka di dunia.

Pukul delapan malam tadi, saya memesan ojek, berganti pakaian, memakaikan anak saya jaket + topi + pakaian nyaman untuk menembus malam. Ojek datang, kami berangkat.

Sepanjang jalan saya tak bisa berhenti tersenyum. Terbayang wajah suami saya yang mestinya bahagia melihat saya + anaknya + kue ulang tahun tersaji rapi di ruang tamu.

Menurut saya, suami pasti tidak akan menyangka, karena ini hal yang berbeda, tidak pernah saya lakukan. Harusnya dia terkejut, dia pasti terkejut.

——

Pukul 20.37

Suami saya menelepon, dia bilang dia ada di kantor. Dia tidak pulang malam ini, katanya terlalu lelah.

Saya terdiam.

——

Selamat ulang tahun, sayang. Semoga tuhan memberkatimu dengan kesehatan. Semoga semua cita-cita yang kau gantungkan di bintang tercapai suatu hari nanti. Semoga kau selalu bahagia.

/salam sayang

Bayinya Sudah Gadis!

bayi atau gadis? :'(

bayi atau gadis? :’(

Saya punya bayi, namanya Embun, saya lahirkan bayi empat kilo itu dua tahun lalu. Selanjutnya, seperti sebagian ibu-ibu, saya menghabiskan hari-hari saya bersama dia, 24 jam penuh.

Hari terus berjalan, dan semacam tiba-tiba, bayi saya berubah jadi anak gadis. :’(

Yang menyenangkan dari pertambahan usia-nya adalah, saya jadi punya teman bicara. Kami bicara apa saja, daun, awan, kursi, pintu, dan bulan. Ahh, dia suka sekali pada bulan. Dia akan melonjak bersemangat sambil jejeritan kalau menyaksikan bulan muncul saat langit belum lagi terlalu gelap. “Maaa, bulan Maa…”, kata dia, terus menerus.

Yang tidak menyenangkan adalah, dulu bayi saya hidup sederhana, kebutuhannya adalah air susu ibu, baju + celana pendek untuk siang hari, piyama untuk malam hari, kaos kaki untuk bepergian. Lalu baju main cukup 2-3 pasang. Kok sedikit? Ya, karena kami cukup jarang ke luar rumah saat dia masih bayi, baju-baju “bagus” itu biasanya kami pakaikan saat mesti ke rumah sakit untuk imunisasi atau saat waktunya posyandu.

Sekarang? Seiring usianya kebutuhan pribadinya semakinnn banyak. Kalau dulu bayinya cukup saya pakaikan kaos kaki, sekarang saya mesti membelikan dia alas kaki. Sejak bisa berjalan+lari, dia enggan digendong, artinya bertambah satu lagi kebutuhan saya untuk dia, SEPATU.

Biasanya, sih, saya beli sepatu untuk Embun pakai ukuran “kira-kira”.

Begini percakapan saya dengan mas dari toko sepatu beberapa waktu lalu :

Saya (S) dan Mas dari toko sepatu (M)

S : Mas, ini sepatunya ada ukurannya?
M : Ada, bu..

S : Minta untuk anak 2 tahun ya, mas.
M : Nomornya, bu?

S : Mmmm, untuk anak 2 tahun sih mas, biasanya nomor berapa ya, itu?
M : Bisa beda-beda, bu. Tergantung besar badan anaknya.

S : Anaknya sedeng badannya.
M : Kalau sepatu bagusnya sih anaknya dibawa, bu. Ikut nyobain.

S : Eh, ga sempat bawa anaknya. Gini aja deh, kalau kurang cocok nanti boleh tukar, ya.

#rauwisuwis

Hasil dari beli coba-coba itu beragam, kadang pas, kadang kekecilan, pernah juga masih terlalu besar. Alas kaki yang terlalu besar bisa saya simpan dulu sampai muat, tapi yang kekecilan ini jatuhnya malah menyusahkan. Saya mesti segera secepatnya menukar alas kaki itu, sebelum si mas penjaga toko melupakan wajah + belanjaan saya, betul? :(

——

Lalu kemudian, saya menemukan webstore khusus sepatu, 
http://www.toezonefootwear.com
.
Toko ini menjual produk OshKosh B’gosh, Apps, dan ToeZone Kids. Saya pingin beli, tapi saya galau. Membeli sepatu secara langsung saja, saya masih bisa salah, kalau beli online mesti salahnya nambah-nambah. Seram!

Ubek-ubek webstore, mata saya nyangkut di sepatu ini. Warnanya merah, ada karet dengan lis warna yang sederhana tapi cantik. Warna sepatunya tidak terlalu ramai, lumayan cocok dipadankan dengan dress atau jeans.

Udah ketemu sepatunya, tinggal pilih ukurannya.

Print & fit button, tepat di bawah box isian ukuran kaki. Tinggal klik aja. :)

Print & fit button, tepat di bawah box isian ukuran kaki. Tinggal klik aja. :)

Eh, ternyata kan, ya.. Di bawah box tulisan ukuran itu ada button khusus, namanya Print Fit. Urutannya gini, pilih sepatu-pilih ukuran-klik print fit. Nanti akan ada file dalam bentuk pdf yang tersimpan di komputer. Buka file-nya lalu print.

File yang sudah diprint itu, bisa dicocokkan langsung dengan kaki si bayi. Ada garis merah di bagian bawah, garis itu menunjukkan batas meletakkan tumit, dan ada garis hijau (toezone) di bagian atas, garis itu menunjukkan batas jari kaki terpanjang.

panduan mencocokkan ukuran kaki

panduan mencocokkan ukuran kaki

Supaya pas, pastiin aja salah satu jari kakinya si bayi ga ngelewatin garis hijau.

fitting

Ibu-ibu dan bapak-bapak pasti tau lah ya, rasanya ribet ngukurin kaki anak kalau belanja sepatu. Antara ribet dan ga tega copot-pakai sepatu terus-terusan. Kaki anak-anak kan masih lembut, sedih aja kalau sampai lecet gegara ibu-bapaknya terobsesi makein anaknya sepatu baru yang kece.

tampak bawah

Asyiknya belanja sepatu di webstore ini adalah, semua sepatu di kategori Toezone Kids punya sistem fitting yang sama. Ukurnya dari luar kaki, jadi ga ribet mencocokkan kanan-kiri, atas-bawah sepatu langsung ke kakinya si anak. Ga pake metode kira-kira juga, jadi kemungkinan salahnya jadi minimal.

——

Jadi, ini dia, bayi, eh anak gadis saya, pakai sepatu baru. :D

anak gadis emak. :)

anak gadis emak. :)

——

Omong-omong, saya mau membagikan 5 buah voucher untuk belanja sepatu di 
http://www.toezonefootwear.com
. Masing-masing vouchernya bernilai Rp 100 ribu.

Ketentuan pemakaian vouchernya adalah :

1. Khusus untuk pembelian sepatu di 
http://www.toezonefootwear.com

2. Berlaku untuk pembelian item normal dalam 1 (satu) nota pembelian. Tidak dapat diuangkan dan tidak dapat digabungkan dengan promosi lainnya.

voucher

Cara dapetin vouchernya gimana, Re?

Gini, cukup tinggalkan komentar aja di postingan blog ini + sebutkan menurut kamu di
http://www.toezonefootwear.com
, sepatu mana paling kece.

Trus kalau udah, kirimkan email ke reh.atemalem@gmail.com, judul emailnya “Voucher Toezone”, isi emailnya cukup nama + akun twitter + link blog (kalau ada).

NB : Jangan lupa follow twitter saya di @atemalem, yah.. *kesempatan*

Gampang, kaann.. Ikutan, yaa.. :D

/salam sepatu baru.

Membantu Buma

Main sendirian.

Main sendirian.

Kalau badan sudah begitu capek setelah mengerjakan ini dan itu di rumah seharian, tau tidak paling diinginkan oleh ibu rumah tangga seperti saya?

Tak lain dan tak bukan adalah, anak semata wayang saya mau mengerti dan tidak berkegiatan aneh-aneh. Sebentaaar saja, hanya sampai lelah di badan ini hilang. Kalau anak tenang, saya kan jadinya bisa berbaring sebentar di depan televisi sambil nyemil-nyemil lucu. Kebayang kan enaknya? Hehe.

Nah, berbekal harapan itu, pintu rumah saya rapatkan, kasur saya bentangkan, ada angin sepoi-sepoi masuk lewat jendela, sayup-sayup suara dari televisi. Lirik kanan-kiri, aman. Ga ada barang-barang berbahaya. Anak saya di samping lagi sibuk main sendirian. Perlahan saya terlelap. Entah mimpi apa saya juga kurang jelas, tapi nikmatnya tidur siang itu ya, ambooii.

Tak lama, cuma sekitar sepuluh menit saja, saya terbangun kaget. Ibu-ibu atau bapak-bapak pasti mengerti lah perasaan itu, rasanya gini kira-kira, “Duh, ada apa ya, kaya ada yang salah.”

Saya lihat kanan-kiri, anak saya tidak ada, huhh, jantung berdebar tak karuan. Cepat saya lari melongok lewat pintu yang terbuka sedikit.

Oh la da laaaahhh, di depan rumah, anak saya basah dari pinggang ke bawah. Di sebelahnya, sapu, ember, pengki, tergeletak berantakan. Melihat saya keluar rumah sambil melotot, dia ga berani bergerak, diam kaku.

Lalu, percakapan ini terjadi :

Saya : Embun lagi apa?
Dia : Beres-beres, bantu buma.
Saya : Kok keluar rumah sendirian, kan bahaya kalau ada mobil lewat?
Dia : Embun beres-beres, bantu buma.

Saya, yang beneran masih kaget, berusaha mencerna semua kejadian dalam waktu sekian detik. Lalu mengambil kesimpulan, kalau siang ini, sepertinya angan-angan saya mesti diikhlaskan.

Rupanya. semesta tidak mengijinkan saya beristirahat. Kebayang kan rasanya tidur siang yang “nanggung”? Kepala sakit, hati lebih sakit. *hiks*

Saat itu yang ada di pikiran saya cuma, “Ahhh, Si Embun ini kok ya nambah-nambahin kerjaan emak-nya aja. Gak kasian apa, ya?” :’((

Tapi, apalah mau dikata, nasi sudah jadi bubur, baju kering sudah jadi basah. Saya mau marah-marah juga gak ada gunanya, bajunya ga mungkin tiba-tiba jadi kering dan bersih lagi, kan?

Jadiiii, saya persilakan Si Embun kembali berkegiatan seperti semula.

Saya : Ya udah beres-beres lagi.
Embun : Embun beres-beres dulu, yaaa.

*ngakak*

Kebahagiaannya Si Embun hari itu sukses keliatan di video ini, nih. Plis tek e luk, yaaa… :D

——

Belakangan saya berpikir, Si Embun ini gak punya salah apa-apa kok. Dia malahan pinter banget kan, ya? Udah mulai belajar peduli pada sekeliling, salah satunya ya itu, mau membantu-mengerjakan pekerjaan ibunya, pas ngeliat ibunya tidur siangnya telentang ngorok gegara kecapean inih.

Memang, selalu ada dua sisi cerita dari tiap kejadian. Masalahnya, cuma, kita mau tidak, bersusah sedikit, untuk melihat cerita dari sisi yang satu lagi.

Sekarang, menurut saya, hari itu, dia keren sekali. Kotor-kotorannya dia punya makna yang dalam sekali buat saya. Ibu mana sih yang ga senang liat anaknya peduli. Dimulai dari peduli sesama anggota keluarga, besok-besok bagus kan kalo dia mau peduli dengan sesamanya.

Saya bangga tuhan mempercayakan dia kepada saya. Semoga aja saya bisa jaga baik-baik titipan tuhan ini. Aminn.

menulis1

Eniwei, ini ada bonus poto Embun lagi main kotor-kotoran, lagi. Kali ini, sepertinya sih, dia menganggap tangan-kaki-baju-dinding yang ditulisi itu cantiikkk sekali.. :D

menulis

“Maaaa, gambarin bayi maa,” kata bayi unyu itu sambil menyodorkan tangan dan kakinya.

——

Eh, kok tiba-tiba nulis yang “kotor-kotor”, Re?
Jadi gini ibu-ibu, bapak-bapak juga, ada yang namanya program Cerita Di Balik Noda. Semua orang boleh kirim cerita tentang yang “kotor-kotor”. Program ini dibikin sama Rinso. Tau Rinso kan, aneh sih kalo ga tau.. Hehe.

Kalau mau ikutan kirim, bisa akses langsung di link ini. Ada hadiahnya sih pastinya. :D

Periode pengiriman cerita buat program ini, adalah 10 Maret-31 Mei 2013. Nanti ada 10 orang pemenang yang bisa dapet hadiah uang tunai masing-masing, sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) + persediaan produk Rinso selama 1 tahun (12×900 gr Rinso Anti 
Noda) + 10 cerita terpilih tadi akan dibikin film yang bakal tayang di Global TV.

Udah, gitu aja?
Ga dong! Ada juga hadiah per dua mingguan untuk yang submit cerita. Hadiahnya setrika/blender dan stok rinso 1 tahun.
Huhuhu, keren sekali, yaa..

Yuk yuk ah, udah, langsung ikutan aja, bareng saya. :D

——

/salam “kotor-kotoran”.