Cinta, Cerita, dan Rupa

sekaranglah saatnya, karena kemarin bukan lagi milik kita dan esok belum tentu kita temui

sembilan bulan

Posted by rere pada 3 November 2011

Terimakasih untuk berkat yang tak putus-putus, berkat sehat, berkat umur. Sudah sembilan bulan sejak saya melahirkan, dan iya, sudah sembilan pula umur si bayi.

Si bayi sedang belajar jalan sendiri, tah tih dua tangan, tah tih satu tangan, lalu lepas kedua tangan, satu langkah, dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lalu jatuh. Begitu berulang, terus. Harapan saya kepadanya hanya, “janganlah menyerah sayang, teruslah berusaha, kamu pasti bisa”.

Hari ini dia agak demam, kata tante dokternya itu KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) campak. Semoga demamnya tak lama, amin.

Ada beberapa perubahan yang saya lakukan di rumah, salah satunya adalah menyediakan ruang bermain yang cukup luas di kamar. Barang-barang yang sebelumnya berserak di lantai sudah saya pindahkan ke tempat yang lebih aman, agar tidak mudah terjangkau si bayi.

Si bayi sekarang punya rutinitas pagi, jalan-jalan keliling komplek, satu putaran, dengan ayahnya. Raut senang begitu terlihat, dan ia enggan turun pastinya. Si bayi tau persis bagaimana cara membuat hati ayahnya meleleh, ya. :D

makan sendiri

main sama appa

/salam emak-emak

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 678 pengikut lainnya.