Beberapa Hal yang Mereka Bisa, dan Saya Tidak Bisa
Posted by rere pada 16 November 2011
Bergaul dengan ibu-ibu sekompleks adalah pengalaman baru buat saya. Ibu-ibu di kompleks saya, adalah ibu rumah tangga yang super rajin (ini kesimpulan saya), kebanyakan dari mereka mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, tanpa ART.
Bangun tidur, hingga tidur lagi, diseling pekerjaan yang tak habis-habis. Mencuci, menyeterika, masak, beberes rumah, urus anak, urus suami, huihh.. dan jangan lupa, mereka masih punya waktu untuk ngerumpi dong ahh.. Hebat kan?
Mereka bisa, dan saya tidak bisa. Saya tidak mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendirian, sambil urus anak. Saya tidak tenang meninggalkan bayi tidur sendirian di kamar, meski sudah dihalang lima belas bantal. Saya tidak bisa. Saya ketakutan. Saya kuatir si bayi jatuh dari tempat tidur kalau saya tinggal saya juga kuatir kepala si bayi terantuk kalau bermain tanpa pengawasan. Intinya adalah, saya tidak bisa meninggalkan bayi saya sendirian. Bukan cuma untuk kepentingan si bayi, tapi juga untuk kepentingan saya, untuk kenyamanan otak saya.
“Biarin aja main sendirian, Mbak. Kan bisa nyambi masak/nyuci,”. Gimana ya cara saya menjelaskannya, SAYA HANYA TIDAK BISA. Tidak bisa dalam arti sebenarnya. Menurut saya, besar kemungkinan kecelakaan terjadi kalau saya nyambi. Dan iya, saya tak tenang, sungguh.
Pada satu waktu, saya kadang merasa dihakimi. Seharusnya kan kamu bisa begini, seharusnya kan kamu bisa begitu. Lalu biasanya saya kembali berpikir, kenapa saya harus menggunakan ukuran orang lain, kemampuan saya saat ini tidak memungkinan saya untuk melakukan semua aktivitas yang mereka lakukan.
Saya hanya tidak bisa.

